Rabu, 22 Juni 2011

Daya Serap Siswa Terhadap Matematika


2.2.1        Pengertian Daya Serap Siswa
Istilah daya, memiliki arti yang bermacam-macam sesuai dengan orang yang mengartikannya. Setiap orang mengartikan daya sesuai dengan bidang keilmuan yang dikuasainya. Istilah daya sering disamakan dengan tenaga; energi; gejala; keinginan; dorongan dan sebagainya. Istilah daya sering digunakan para penulis sesuai dengan keilmuan yang dibidangi. Dalam kamus ilmiah populer istilah daya diartikan sebagai kemampuan; kekuatan; upaya kemampuan melakukan sesuatu (Al Barry, 1994:94). 
Daya, menurut ahli-ahli ilmu jiwa Daya mengemukakan suatu teori bahwa jiwa manusia mempunyai daya-daya. Daya-daya ini adalah kekuatan yang tersedia (Djamarah, 2002:17). Hal ini sangat beralasan karena para ahli dari aliran psikologi daya ini memikirkan jiwa dianalogikan dengan raga (jasmani) itu mempunyai tenaga atau daya, maka jiwa juga dianggap mempunyai daya-daya (Suryabrata, 1998:224).
Dalam jiwa manusia terdapat berbagai macam daya.  Daya-daya yang mempunyai peranan yang sangat penting dalam jiwa manusia ialah; pengamatan, tanggapan, ingat, fantasi, berpikir, perasaan dan kemauan. Daya-daya inilah yang digunakan manusia untuk bermacam-macam aktifitas termasuk didalamnya yaitu aktifitas belajar.
Dalam kegiatan belajar mengajar siswa menggunakan daya yang berada dalam jiwanya untuk berusaha memahami isi pelajaran yang disampaikan oleh guru. Usaha siswa dalam memahami pelajaran ini menimbulkan istilah baru yang diangkat dalam skripsi ini, mengenai usaha siswa dalam memahami isi pelajaran. Usaha memahami ini disebut sebagai daya serap siswa.
2.2.2        Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Daya Serap Siswa
Adapun proses memahami siswa adalah dengan menggunakan seluruh daya yang ada dalam jiwa. Berikut ini akan diuraikan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi daya serap siswa yang lebih terfokus pada kemampuan untuk menyerap informasi dengan indera (aspek jasmani).
Daya yang berperan aktif menyerap isi pelajaran dalam kegiatan belajar mengajar adalah daya pengamatan (melihat dan mendengar), dan mengingat. Daya tersebut dalam kerjanya menggunakan alat-alat yang ada pada raga manusia yang kita kenal yaitu indera atau panca indera. Alat alat yang mempengaruhi daya pengamatan dan mengingat adalah mata, telinga dan otak.
Pengertian daya pengamatan adalah daya jiwa yang memasukkan kesan dari luar melalui dengan menggunakan alat dria. Ada empat faktor yang memungkinkan terjadinya suatu pengamatan. Perangsang (stimulus-benda yang diamati), alat indera- otak- dan perhatian. Sedangkan daya ingat yaitu daya untuk menyimpan dan mengeluarkan kesan-kesan (Purwantoro, 1990:36-37).
Syarat belajar dengan baik apabila alat-alat tersebut dalam kondisi yang baik pula. Seperti yang diungkapkan oleh Arifin bahwa kemampuan belajar manusia sangatlah berkaitan dengan kemampuan manuia untuk mengetahui dan mengenal terhadap objek-objek pengamatan melalui panca inderanya (Arifin, 1993:71).
Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan, bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi daya serap siswa adalah sebagai berikut:
a.       Kondisi atau kesehatan alat atau panca indera (mata, telinga).
b.      Kondisi memori yang baik (otak).
2.2.3        Tingkat Daya Serap Siswa terhadap Matematika

Dipandang dari aspek kemampuan yang dimiliki setiap indifidu setiap siswa mempunyai perbedaan. Demikian juga dengan daya serap siswa terhadap Matematika, masing-masing individu mempunyai tingkat yang berbeda. Diakui oleh Abu Ahmadi dalam Djamarah (2003:49) bahwa anak didik selain ada perbedaannya, juga ada persamaannya. Paling tidak ada beberapa persamaan dan perbedaan yang harus mendapat perhatian seperti pada aspek kecerdasan (intelegensi), kecakapan, prestasi, bakat, sikap, kebiasaan, cirri-ciri jasmaniah, minat, cita-cita, kebutuhan, kepribadian, dan pola-pola dan tempo perkembangan, serta latar belakang lingkungan.
Dapat dipahami bahwa tingkat daya serap siswa terhadap Matematika ialah tingkat pemahaman siswa dalam memahami materi pelajaran Matematika. Siswa yang mempunyai tingkat daya serap yang baik akan menunjukkan sikap, yaitu: 1) bersungguh-sungguh, menunjukkan minat, mempunyai perhatian danrasa ingin tahu yang kuat untuk ikut serta dalam kegiatan belajar mengajar; 2) berusaha keras dan memberikan waktu yang cukup untuk melakukan kegiatan tersebut dan 3) terus bekerja sampai tugas-tugas tersebar terselesaikan (Muhaimin, 2001:138) Untuk meningkatkan tingkat daya serap tersebut dapat diupayakan dengan berbagai usaha.

2.3           Upaya Peningkatkan Daya Serap Siswa terhadap Matematika.

2.3.1        Penerapan Metode Pembelajaran.
Dalam kegiatan belajar mengajar Matematika ada beberapa metode yang digunakan, metode tersebut yaitu: metode ceramah, metode Tanya jawa, metode diskusi, metode latihan siap, matode demonstrasi dan eksperimen, metode pemberian tugas belajar, metode karya wisata, metode kerja kelompok, metode sosiodrama dan bermain peranan, metode pemecahan masalah (problem solving), dan metode proyek /unit (Zuhairini, 1993:74).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar